|
KRU PRODUKSI / Production Crew:
Didirikan pada tahun 2003, Kineruku bergerak dalam bidang apresiasi dan produksi film. Berlokasi di Rumah Buku, Bandung, Kineruku menyediakan referensi film-film langka dan bermutu karya sutradara-sutradara penting sepanjang sejarah sinema dunia. Sebagai wadah kegiatan perfilman, Kineruku mempercayakan kegiatan apresiasi dan produksinya pada kurator handal yang tidak hanya berprofesi sebagai kritikus tetapi juga sebagai praktisi perfilman. Kegiatan rutin apresiasi Kineruku berupa pemutaran film bulanan dengan tema-tema tertentu, seperti misalnya: "The Other Side of American Cinema", "Russian Film: From Head to Toe", "Before the Remake", "The Grammar of Filmmaking". Kegiatan produksi Kineruku memfokuskan diri pada eksplorasi tema-tema unik dengan penekanan pada ciri khas personal para pembuatnya. Hingga saat ini Kineruku telah memproduksi empat film dengan tema bervariasi dan pengolahan ide yang eksploratif.
Ariani Darmawan Ariani Darmawan adalah seorang pembuat film, penulis, dan seniman video yang tinggal dan berkarya di Bandung, Indonesia. Karya-karya filmnya yang bertemakan kekuasaan, identitas, dan bahasa dengan penggabungan gambar, teks, dan tulisan, telah diputar di berbagai festival dalam dan luar negeri seperti Film Festival Indonesia, Rotterdam International Film Festival, Los Angeles Film Festival, dan Rencontres Internationales Paris Berlin. Pada tahun 2004 ia diundang oleh TheatreWorks, Singapura untuk mewakili seniman Indonesia dalam acara konferensi seni internasional, dan di awal tahun 2006 ini dalam Gang Festival, Sydney, 2006. Anak Naga Beranak Naga adalah karya filmnya yang ke-5, dan merupakan film panjang dokumenter pertamanya.
Lahir di Bandung 30 maret 1977, Tarlen Handayani adalah lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi bidang Kajian Jurnalistik, Universitas Islam Bandung. Kesibukannya sebagai pemilik sekaligus pengelola Tobucil, tidak mengurangi aktifitasnya yang lain sebagai penulis lepas di beberapa media nasional dan lokal; peneliti lepas; public relation dan board member di Common Room Foundation, Bandung. Keterlibatannya dalam dunia film dimulai sebagai koordinator lokal untuk program Bengkel Film Pemula, Program Bimbingan Anak Sampoerna; koordinator lokal JIFFest Travelling; mentor Program InDocs Junior Camp di Bandung.
Yenny Gunawan Lulusan Arsitektur Univeritas Katolik Parahyangan dan studi magister Oxford Brookes University, Inggris, dalam bidang Arsitektur Vernakular ini memiliki ketertarikan khusus pada bidang-bidang kebudayaan, arsitektur, pendidikan anak, dan penerbitan buku. Tesisnya yang berjudul “Understanding the Adaptation of Bugis Vernacular Architecture: a semiotic approach”, mendapatkan penghargaan khusus dari Universitasnya. Selain mengabdikan waktunya sebagai dosen di jurusan Teknik Arsitektur Universitas Katolik Parahyangan dengan fokus pengajaran Arsitektur Vernakular, ia juga memimpin sebuah perusahaan penerbitan buku-buku yang bergerak dalam bidang sosial budaya.
Kineruku Established in 2003, Kineruku is active in film production and appreciation. Located in Rumah Buku, Bandung, Kineruku provides rare film reference, the artworks of important directors in the history of cinematography. As a film institution, Kineruku entrusted professional film critics and film-makers to be curators and to handle the production and appreciation activities. Film appreciations is scheduled monthly with specific themes, such as: "The Other Side of American Cinema", "Russian Film: From Head to Toe", "Before the Remake", or "The Grammar of Filmmaking". The production activities are focusing on unique themes explorations, emphasizing in the personal identity of the makers personalities. To this day Kineruku had produced four films in different themes and process of the ideas exploration.
Ariani Darmawan Ariani Darmawan is a film-maker, writer, and a video artist residing and working in Bandung, Indonesia. Her films are often taking themes
of power, identity, and literature and collaborates images and texts. She had participated in many national and international festivals such as: Film Festival Indonesia, Rotterdam International Film Anak Naga Beranak Naga is her fifth film, and is her first long documentary work.
Born in Bandung on 30 March 1977, she is an alumnus of the Journalistic Department of the Faculty of Communication Science, Islam University of Bandung. In between managing Toko Buku Kecil, a small bookshop she owns, she also works as a freelance writer in several local and national medias, a freelance researcher, and also active in public relation and as a board member of the Common Room Foundation, Bandung.
Yenny Gunawan Majoring Architecture in Parahyangan Catholic University, and attained her master from Oxford Brooke University, England in Vernacular Architecture. She has special interests in socio-cultural subjects, architecture, children’s education, and book publishing. Her thesis “Understanding the Adaptation of Bugis Vernacular Architecture: a semiotic approach” received an honourable award from the Oxford Brooke University. Teaching Vernacular Architecture in the Architecture Department of Parahyangan Catholic University, she also leads a publishing company working in the field of social and cultural themes.
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
© 2005-2007. Powered by qinkqonk.com |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||