|
Selain mengilustrasikan tentang Gambang Kromong, sebuah seni musik dan pertunjukan tradisional yang keberadaannya semakin melemah, film dokumenter ini juga menggambarkan pembauran antara masyarakat etnis Tionghoa dan Betawi sebagai pelaku utama musik tersebut. Di samping itu, film ini turut menjelaskan sejarah panjang keberadaan orang-orang Tionghoa Indonesia, terutama Tionghoa Betawi sebagai suku minoritas yang telah lama menetap di tanah air.
Besides illustrating Gambang Kromong itself, a vanishing traditional music and performance art, this documentary also depicted the assimilation of the Chinese and Betawi (Jakartan) ethnics, the original performers. The documentary also briefly explains a long history of the Indonesian Chinese, especially Chinese Jakartan as a minority ethnic who had long settled in the archipelago.
|
|
|||||||||||||||||||||
© 2005-2007. powered by qinkqonk.com |
|||||||||||||||||||||||